Pandemi Mendekatkan ke Teknologi

 


Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan global pada bidang kesehatan yang melanda hampir seluruh negara di dunia ini dan belum pernah terjadi sebelumnya. Di Indonesia pemerintah telah melakukan tindakan dimulai dengan PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar, peraturan pemerintah pun diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka percepatan penanganan Covid19, agar bisa segera dilaksanakan di berbagai daerah. Untuk mengendalikan pandemi COVID-19, menjaga jarak secara fisik, dan tindakan karantina diamanatkan.

Dalam upaya memenuhi amanat ini berbagai jenis kegiatan manusia seperti berbelanja, belajar, bekerja, rapat, dan kegiatan hiburan berubah dari offline ke online sehingga menghasilkan percepatan penyebaran teknologi digital pada hampir semua masyarakat, sementara itu terjadi kesenjangan digital yang makin meningkat antara masyarakat dengan masayarakat tanpa akses ke teknologi. Selain itu, sebagian besar bisnis sekarang dilakukan secara online untuk mengurangi interaksi fisik.

Sebagai dampaknya terjadi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada perilaku masyarakat dan difusi teknologi yang sedang berkembang menghasilkan peluang baru bagi komunitas bidang penelitian  dengan mempelajari perilaku masayarakat terkait teknologi dalam krisis global. Sehingga menimbulkan satu pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah seberapa banyak yang diketahui tentang pemanfaatan penggunaan teknologi digital selama pandemi Covid-19.

 


Mayoritas pengguna teknologi mendistribusikan ke dalam empat bidang yaitu pendidikan, kesehatan,  pekerjaan, dan lainnya. Pada penggunaan teknologi, terdapat dua jenis pengguna yang terlibat didalamnya yaitu penyedia dan penerima. Sebagai contoh dalam domain perawatan kesehatan, profesional medis seperti ahli radiologi, ahli bedah, dan perawat adalah penyedia yang menggunakan teknologi untuk memberikan layanan, sedangkan pasien dengan penyakit kronis dan pasien yang terinfeksi adalah penerima perawatan kesehatan. Di bidang pendidikan, pekerjaan, dan bidang lainnya, penyedia dan penerima dapat berupa dosen dan mahasiswa, guru dan siswa, atau karyawan dan instansi pemberi pekerjaan. Meskipun berbeda-beda dalam pemanfaatan terhadap teknologi digital namun memiliki kegunaan yang berbeda untuk teknologi dalam kehidupan sehari-hari, semuanya menggunakan tipe yang sama. 

Bidang Pendidikan


Adanya pandemi Covid-19, kegiatan masyarakat hamper seluruh dunia dilakukan belajar dari jarak jauh untuk mengikuti aturan tinggal di rumah. Sebagian besar pendidik dan siswa memilih untuk menggunakan perangkat dan platform berbasis video untuk melanjutkan pendidikan. Mereka menjadi kelompok pengguna teknologi digital terbesar kedua selama pandemi. Guru harus menyesuaikan kecepatan pengajaran online dan berusaha lebih keras dalam mempersiapkan kursus online, berinovasi, merancang pelajaran, dan dengan sabar mengubah siswa dari penerima pasif menjadi pelajar yang terlibat.

Bidang Pekerja

Para pekerja profesional telah menjadi kelompok pengguna teknologi yang sangat unik selama pandemi. Peneliti, ilmuwan, dan karyawan dari semua lapisan masyarakat terus bekerja dari jarak jauh dengan menggunakan teknologi digital selama Covid-19. Berbeda dari bidang kesehatan dan pendidikan, tidak jelas untuk mengidentifikasi penyedia dan penerima teknologi yang digunakan dalam bekerja dari rumah. Dari perspektif pekerjaan, sebagian besar waktu, apa pun jenis teknologi yang digunakan, para profesional pekerjaan bertindak sebagai penyedia dan penerima. Misalnya, seorang karyawan bisa mendapatkan arahan dari atasan mereka sementara juga perlu melaporkan pekerjaan mereka dengan menggunakan Zoom atau Google Meet.

Bidang Kesehatan

Adanya tenaga medis dan semua jenis pasien dengan berbagai kondisi kronis tidak bisa disangkal lagi merupakan kelompok pengguna teknologi digital terbesar selama pandemi. Di dalamnya terdapat ahli radiologi, ahli bedah, dan perawat aktif di garis depan untuk mendiagnosis dan merawat pasien. Ahli radiologi memegang posisi penting untuk mengklasifikasikan tomografi terkomputerisasi dada sebagai positif atau negatif untuk Covid-19 dan menggambarkan fitur tomografi terkomputerisasi utama dan distribusi lesi.

Pada saat yang sama, pasien dengan penyakit kronis yang berbeda menerima layanan dan pengobatan dari tenaga kesehatan profesional melalui penggunaan teknologi, terutama bagi mereka yang telah terinfeksi virus corona. Populasi rentan seperti pasien dengan berbagai kondisi kronis atau imunosupresi akan menghadapi pilihan yang sulit antara risiko pajanan Covid-19 iatrogenik selama kunjungan dokter dan menunda perawatan yang diperlukan.

Baik memilih kunjungan tatap muka, menunda kunjungan, atau menggunakan perawatan kesehatan virtual, pasien harus menghadapi penggunaan teknologi yang tak terhindarkan seperti mesin tomografi terkomputerisasi dan platform komunikasi berbasis video untuk mendapatkan instruksi dari profesional perawatan kesehatan. Karena alasan ini, tenaga medis dan pasien mereka adalah kelompok pengguna teknologi terbesar selama Covid-19.


Source: https://jurnal.plb.ac.id/index.php/tematik/article/view/689/399


Komentar